Rumah Belajar Zulfikar Hakim

August 23, 2008

Orang Indonesia belum terbuka menerima kritikan pedas

Filed under: Kategori Tanpa Nama

yah, mungkin orang di negara ini masih belum bisa menerima kritikan pedas dari orang lain atau media. kritikan pedas menjadi suatu hal yang sangat menjengkelkan, harus diatasi dengan emosi, bahkan kalo perlu melewati jalur hukum.

Tengok saja ketika anggota DPR disindir oleh salah satu band yang cukup terkenal di negara ini……. sebuah sindiran yang memang agak pedas dan blak-blakan.

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit (
lengkapnya di sini)

begitulah kira-kira sebait lirik yang dinyanyikan oleh Slank, yang katanya, menurut salah satu petinggi Badan Kehormatan DPR (saya lupa namanya), terlalu mengada-ada dan tidak sesuai kenyataan. (diungkapkan ketika sebuah acara parodi politik di MetroTV ketika kasus ini mencuat). lebih jauh, beliau malah menyalahkan media yang katanya terlalu mengumbar dan melebih-lebihkan masalah yang ada di pemerintahan ,termasuk anggota DPR. 

kasus yang lainnya yang menarik perhatian ketika Menkominfo kita, yang terhormat (karena katanya semua pejabat tinggi itu terhormat, saya ga tau) Bapak Sofyan Djalil ingin mensomasi Republik Mimpi. Parodi politik, yang berkiblat pada salah satu bentuk demokrasi di negara (yang katanya juga sih, saya kurang tau juga) terdemokratis di dunia, Amerika Serikat.

Republik mimpi memberikan hawa segar bagi peran media dalam melakukan kontrol sosial - politik bagi pemerintah. di saat tayangan televisi sebagian besar adalah cinta, kekejaman rumah tangga, kesengsaraan tiada ujung (sinetron-sinetron di 3 diva itu loh : Indosiar, SCTV, RCTI), MetroTV justru memberikan pendidikan politik yang segar bagi masyarakatnya, dengan cara yang WOW!

Atau mungkin tidak terimanya sebagian orang atas kecaman beberapa blogger atas sistem kapitalisme yang ada di berbagai macam MLM di Indonesia. (kalo MLMnya orang Indonesia yang bikin sih, mau-mau aja….) Kritikan pedas yang sempat dilayangkan dianggap sebagai penghinaan personal yang tidak berdasar, padahal hal itu hanyalah suatu sindiran atas sistem perekrutan salah satu MLM  yang memanfaatkan titik lemah vital seseorang (secara psikologis) dalam melakukan perekrutan : persahabatan……… (ada rasa tidak enak yang sangat mendalam jika ikut rapat tapi tidak mau bergabung)

Yah, perubahan itu selalu perlu dilakukan, dan hanya mungkin jika ada seseorang yang melakukan kritikan, secara personal, sindirian, atau bahkan bersifat agak sinisme. Tapi, jika kritikan itu dianggap sebagai sebuah hinaan, kapankah perubahan itu dapat terjadi?

(*thanks juga buat beberapa orang yang telah banyak memberikan masukan dalam bentuk apapun kepada saya selama ini…..)

 

August 13, 2008

Saatnya berbisnis! ; mau pulsa 100rb FREE setiap BULAN?

Filed under: Kategori Tanpa Nama

Setelah sekian lama tulisan gw bergulat seputar idealisme, diaries, dan kawan-kawannya, sekarang saatnya kita beralih ke masalah yang lebih serius : BISNIS!

 Nah, bisnis ini, menurut gw adalah salah satu bisnis yang sangat menggiurkan. mengapa? karena mereka yang mengikuti bisnis ini bisa mendapatkan gratis pulsa 100rb setiap bulannya. Bagaimanakah ceritanya? Akan gw buat dalam point per point biar bisa mudah dipahami oleh para blogger lainnya…

1. Info produk

(more…)

August 7, 2008

Kesalahan sang PAHA

Filed under: Kategori Tanpa Nama

Alkisah, di sebuah kota di negeri impian (yang ga tau negeri impian berarti ga tau sujarwo alias jarwo kwat), ada sebuah kota bernama Bundang. Kota ini memiliki seorang walikota bersama Bapak Paha Ropaha yang akan mencalonkan diri kembali sebagai walikota. namun, salah satu penduduknya bernama ferdhy,  yang juga memperhatikan kondisi politik di seantero negeri ini tidak menyukai Pak Paha. setelah diwawancarai, ferdhy mengemukakan beberapa alasannya….. (more…)

July 14, 2008

Sebuah keprihatinan….

Filed under: Kategori Tanpa Nama

Kalo lo naik busway transjakarta di ibukota, apalagi ketika melewati daerah Jalan Soedirman, lo bakal ngeliat betapa agungnya kota Jakarta kita. Gedung – gedung tinggi menjulang di mana – mana, mereka yang giat bekerja berdandan dengan dasi, mobil mewah dan berAC, atau minimal berkemeja dengan sepatu kulit dengan harga di atas 150rb rupiah. (ada sh yang 50rb-an).

Pemandangan itu akan sangat berbeda ketika gw mengendarai kereta jurusan serpong – tanah abang. Ketika panasnya jakarta sudah menembus kulit dan lemak gw, (yang menyebabkan gw basah gara-gara kepanasan – maklum, orang bandung) terlihatlah sisi gelapnya ibukota. Di balik gedung tinggi nan mewah, sejuk, nyaman dan berAC, terdapat mereka yang terpinggirkan dari kemewahan itu, menunggu dan mencoba bertahan hidup dengan mengumpulkan setiap koin yang mungkin mereka temui. Gubuk di sekitar rel kereta (more…)

June 3, 2008

Bisnis Pendidikan Harus Punya CSR

Filed under: Kategori Tanpa Nama

seperti yang gw tulis di thread sebelumnya, Pendidikan Primer tidak etis untuk dijadikan bisnis. namun, jika ketentuan ini tidak dapat diubah, maka bagaimanakah sebaiknya menyikapi pendidikan di Indonesia yang kian melangit?

 sebelumnya, kita lihat dulu pendidikan sebagai salah satu bisnis tersier di Indonesia - sesuai dengan kesepakatan yang pernah Indonesia tandatangani dengan WTO. hal ini mengindikasikan pendidikan juga dapt diliat sebagai suatu bisnis, walaupun ladangnya pendidikan, serta yayasan pendidikan dalam hal ini berarti dapat dilihat sebagai perusahaan. oleh karena itu, wacana CSR di kalangan yayasan pendidikan harus mulai diimplementarikan. 

CSR (corporate social responsibility) ini harus ditargetkan kepada mereka yang (more…)

Campur tangan generasi tua tidak selalu positif

Filed under: Kategori Tanpa Nama

Generasi tua – menurut pengalaman gw – suka terlalu campur tangan dalam hal-hal yang berhubungan dengan ospek/kaderisasi/PLO, PDK (pendidikan dasar kedisiplinan dan kepemimpinan), dan lain-lain. Sejauh pengamatan gw, hal ini malah berdampak negatif terhadap tujuan ospek itu sendiri. Nah, penasaran kan lebih jauhnya……gw akan memberikan dua contoh di sini:PDK TN dan PLO STEI

semasa gw SMA di Taruna Nusantara Magelang, selama 3 bulan pertama ada yang namanya Pendidikan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan. Di sini ga ada ospek-ospek-an, ga ada bullying, ga ada tugas yang bersifat memberatkan dan ga jelas – melainkan dipastikan ada kegunaannya. Aturannya simpel : ga boleh menerima tamu dulu dan dibimbing secara ketat oleh abang-kaka (kaka kelas-red), pamong (guru-red), serta kesiswaan. Tujuanny sangatlah krusial – pembentukan mental, pola pikir, dan sikap.

Tapi, beberapa kasus menunjukkan bahwa kekhawatiran orang-orang yang duduk di kesiswaan tentang kerasnya PDK akan menurunkan kualitas dari PDK itu sendiri. Kekhawatiran ini biasanya diwujudkan dengan (more…)

PLO dan kenapa gw ga mengikutinya….

Filed under: Kategori Tanpa Nama

Di STEI, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, ada yang namanya PLO (Personality and Leadership Orientation)yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro dan Himpunan Mahasiswa Informatika. Sebenernya istilah ini hanyalah kata lain dari yang namanya kaderisasi atau ospek jurusan, tapi dengan konsep yang baru sama sekali dan kelihatan lebih profesional tanpa mengedepankan keingingan ‘eksis’ seperti himpunan lainnya yang ada di ITB.

PLO ini juga katanya menjadi syarat menjadi anggota aktif di himpunan. (more…)

June 1, 2008

Dikerjain sama taksi di Bandung

Filed under: Kategori Tanpa Nama

Pagi hari tadi gw nganterin adik - adik kelas ke Lembang, tempat pelatihan Olimpiade Astronomi Pasca - OSN. lantaran mereka membawa barang yang suaanggaat banyak, jadi kita memutuskan untuk naik taksi dari Dago ke Boscha. perkiraan gw paling habis sekitar 40rb.kan repot dengan barang bawaan yang berjibun kalo harus pake angkot. apalagi nanti harus jalan lagi dari jalan raya Lembang ke Boscha nya

kemudian, akhirnya kami menelepon 022 - 4217070. taksi gemah ripah langganan ibu gw. kami pun langsung menunggu di Borma dago.

selang sejam, saya mulai kesal karena semua taksi gemah ripah yang lalu lalang di situ dah isi, dan ga ada yang berhenti untuk menjemput kami. akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan taksi Bandung Metro yang warnanya biru muda. (more…)

May 29, 2008

Pendidikan primer tidak layak dijadikan ladang bisnis

Filed under: Kategori Tanpa Nama

ok, ok. sesuai judulnnya. gw sangat merasakan bahwa yang namanya pendidikan primer sama sekali tidak etis untuk dijadikan ladang bisnis.

 sebelum gw bahas lebih lanjut, sebaiknya kita masuk dulu ke definisi : apakah yang gw maksudkan sebagai pendidikan primer? nah jadi gini. sekarang sebagai (calon) ahli pendidikan, gw ingin menggolongkan beberapa jenis pendidikan : primer, sekunder, tersier. 

1. Primer  meliputi seluruh pendidikan formal baik SD, SMP, SMA, maupun universitas.

2. Sekunder adalah seluruh Bimbingan Belajar

3. Tersier meliputi seluruh pendidikan keahlian, keterampilan, dll dsb dkk. kayak pendidikan bahasa (bukan sarjana sastra loh), les musik lah, dll dsb dkk. 

 nah, sekarang kenapa gw berpendapat pendidikan primer tidak etis untuk dijadikan lahan bisnis? (more…)

May 23, 2008

Kenangan mesjidku….

Filed under: Kategori Tanpa Nama

Ketika menjalani masa - masa indah di SMA, gw seringkali menjadikan Masjid Panglima Besar Soedirman di sekolah sebagai tempat escape, atau untuk orang lain mungkin dapat disebut sebagai kabur dari suatu kegiatan di sekolah. menyenangkan memang, karena ada sensasi tegangnyam senengnya.

 apalagi kalo dah bulan ramadhan, di masjid inilah semua umat muslim di sekolah melakukan buka bersama. menunya macem2 dari hari ke hari. yang paling saya suka waktu itu adalah roti (tawar) dicampur sama eskrim. ooohhhhh, rasanya bahkan lebih enak daripada makan es di McD! menu yang lain juga menarik, yah, cuma ngerti lah,,,,, makanan asrama.

ketika bulan ini juga, setiap subuh semua temen2 harus solat subuh di masjid. namun, karena memang kegiatannya padat banget (dan bulan puasa memang bulanny ngantuk), biasanya kajian pagi sebelum subuh yang diadakan di masjid ga ada yang dengerin. kalo lo liat dari belakang, semua kepala akan tertunduk lesu (dan nyaris keliatan ga ada kepalanya!)

(more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham