Orang Indonesia belum terbuka menerima kritikan pedas
yah, mungkin orang di negara ini masih belum bisa menerima kritikan pedas dari orang lain atau media. kritikan pedas menjadi suatu hal yang sangat menjengkelkan, harus diatasi dengan emosi, bahkan kalo perlu melewati jalur hukum.
Tengok saja ketika anggota DPR disindir oleh salah satu band yang cukup terkenal di negara ini……. sebuah sindiran yang memang agak pedas dan blak-blakan.
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit (lengkapnya di sini)
begitulah kira-kira sebait lirik yang dinyanyikan oleh Slank, yang katanya, menurut salah satu petinggi Badan Kehormatan DPR (saya lupa namanya), terlalu mengada-ada dan tidak sesuai kenyataan. (diungkapkan ketika sebuah acara parodi politik di MetroTV ketika kasus ini mencuat). lebih jauh, beliau malah menyalahkan media yang katanya terlalu mengumbar dan melebih-lebihkan masalah yang ada di pemerintahan ,termasuk anggota DPR.
kasus yang lainnya yang menarik perhatian ketika Menkominfo kita, yang terhormat (karena katanya semua pejabat tinggi itu terhormat, saya ga tau) Bapak Sofyan Djalil ingin mensomasi Republik Mimpi. Parodi politik, yang berkiblat pada salah satu bentuk demokrasi di negara (yang katanya juga sih, saya kurang tau juga) terdemokratis di dunia, Amerika Serikat.
Republik mimpi memberikan hawa segar bagi peran media dalam melakukan kontrol sosial - politik bagi pemerintah. di saat tayangan televisi sebagian besar adalah cinta, kekejaman rumah tangga, kesengsaraan tiada ujung (sinetron-sinetron di 3 diva itu loh : Indosiar, SCTV, RCTI), MetroTV justru memberikan pendidikan politik yang segar bagi masyarakatnya, dengan cara yang WOW!
Atau mungkin tidak terimanya sebagian orang atas kecaman beberapa blogger atas sistem kapitalisme yang ada di berbagai macam MLM di Indonesia. (kalo MLMnya orang Indonesia yang bikin sih, mau-mau aja….) Kritikan pedas yang sempat dilayangkan dianggap sebagai penghinaan personal yang tidak berdasar, padahal hal itu hanyalah suatu sindiran atas sistem perekrutan salah satu MLM yang memanfaatkan titik lemah vital seseorang (secara psikologis) dalam melakukan perekrutan : persahabatan……… (ada rasa tidak enak yang sangat mendalam jika ikut rapat tapi tidak mau bergabung)
Yah, perubahan itu selalu perlu dilakukan, dan hanya mungkin jika ada seseorang yang melakukan kritikan, secara personal, sindirian, atau bahkan bersifat agak sinisme. Tapi, jika kritikan itu dianggap sebagai sebuah hinaan, kapankah perubahan itu dapat terjadi?
(*thanks juga buat beberapa orang yang telah banyak memberikan masukan dalam bentuk apapun kepada saya selama ini…..)
